Pages

Tuesday, March 12, 2013

MODIFIKASI POMPA AIR TENAGA GRAVITASI

Ramai orang berlomba-lomba menciptakan suatu perangkat hemat energi. salah satunya adalah prototype Pompa Air Tenaga Gravitasi yang akan saya bahas disini. Sebenarnya konsep ini telah lama ada dan dikembangkan banyak orang. Obsesi muncul begitu membuka halaman para blogger yang mencoba untuk mengupas bagaimana membuat impian ini jadi kenyataan.

Prototype Pompa Air Tenaga Gravitasi sebagaimana saya ambil dari Blog-nya Mas Paijo adalah sebagai berikut :

(sumber blognya mas Paijo) sorry mas Paijo gambarnya saya kopas

Memang betul, alat tersebut mungkin dapat bekerja, akan tetapi suatu saat pasti akan berhenti dengan sendirinya. Kenapa? Karena gaya gravitasi itu sendiri yang akan menghentikan aliran airnya.

Alat tersebut mungkin akan bekerja dengan syarat tidak ada kebocoran (sama sekali vakuum) dan sebelum dipakai harus diisi dengan air sampai penuh ( nomor 2 - 7 ), karena dengan demikian pada saat Kran Nomor 7 dibuka air akan mengalir karena gaya gravitasi, tapi perhatikan..... aliran air ini akan berlawanan dengan aliran air dari B ke A. air pada mulanya dapat mengalir dari kran karena terbantu oleh reservoir ( nomor 4 ).

Air di reservoir akan turun kebawah karena berat air yang ditampung reservoir mengalir ke bawah. untuk sementara waktu ini akan berfungsi sebagai pompa. akan tetapi reservoir lama kelamaan tidak akan bisa melawan gravitasi yang menarik air dari titik B ke A dan lama kelamaan pompa air akan mati dengan sendirinya.

Prinsip dasar pompa air adalah bagaimana kita menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi. kemudian dari tempat yang lebih tinggi itulah kita nanti akan mendapatkan aliran air. saya setuju dengan pernyataan bahwa diperlukan tenaga dari luar sistem untuk dapat menaikkan air dari sumur keatas.

Dengan demikian permasalahannya adalah pada titik B ke A. di selang inilah permasalahan yang menyebabkan pompa air tidak bekerja. di selang inilah terjadi gaya gravitasi yang akan melawan arah aliran air ke kran.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya modifikasi pada selang A ke B yaitu dengan hukum Pipa Kapiler. seperti yang telah diketahui bahwa air akan naik dengan sendirinya apabila berada dalam pipa kapiler. Prinsip ini sama dengan bagaimana air dapat sampai ke ujung pohon yang paling tinggi tanpa adanya suatu bantuan dari luar pohon. Jawabannya adalah pohon mempunyai batang yang bersifat Kapilaritas jadi dengan design batang yang kapiler tersebut air akan naik dengan sendirinya.

Hal ini dapat juga diamati pada saat selang air minum kemasa gelas yang kita celupkan pada air dan kita lihat air di permukaan selang lebih tinggi dari air di permukaan gelas.

Logikanya semakin kecil selang yang digunakan maka akan semakin tinggi air akan naik.

Untuk dapat membuat pompa air tersebut tentu saja tidak hanya membutuhkan satu pipa, tetapi ribuan bahkan puluhan ribu pipa kapiler untuk menggantikan pipa A - B. Semakin banyak pipa kapiler yang dipasang, semakin besar debit air yang mengalir, dan semakin kecil pipa kapiler, pompa dapat mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi. Tentu saja di bagian bawah harus dilengkapi dengan penyaring air untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada pipa pipa kapiler.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana membuat pipa kapiler ? sedangkan diameter pipa kapiler yang ada pada batang saja kita tidak dapat melihatnya karena ukuran yang sangat kecil sekali. tentu ini adalah masalah yang besar.

Oleh karena itu, masalah tersebut dapat dijawab dengan menggabungkan design pipa kapiler dengan bahan yang terbuat dari spon. Seperti yang kita ketahui bahwa Spon juga mempunyai daya hisap dan daya tampung air. dengan menggabungkan spon dan pipa kapiler maka Pompa Air dapat beroperasi secara terus menerus.




2 comments:

  1. Tanya, penulis sudah mempraktekan belum yah...?

    ReplyDelete
  2. cepat di kembangkan penemuanya biar orang awam bisa
    menggunakanya.lumayan tu.

    ReplyDelete